Rabu, 16 Maret 2011

pengawasan

FUNGSI PENGAWASAN
•Eksplanasi,  pengawasan menghimpun informasi yang dapat menjelaskan mengapa
hasil-hasil  kebijakan publik dan program yang dicanangkan berbeda.
•Akuntansi,  pengawasan menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk melakukan
akuntansi  
atas perubahan sosial ekonomi yang terjadi setelah dilaksanakannya sejumlah kebijakan  
publik dari waktu ke waktu.
•Pemeriksaan,pengawasan membantu menentukan apakah sumberdaya dan pelayanan yang  
dimaksudkan untuk kelompok sasaran maupun konsumen tertentu memang telah sampai  
kepada mereka. dan
•Kepatuhan,pengawasan bermanfaat untuk menentukan apakah tindakan dari para 
administrator program, staf dan pelaku lain sesuai dengan standar dan prosedur yang  
dibuat oleh legislator, instansi pemerintah dan atau lembaga profesional.
 
MAKSUD & TUJUAN PENGAWASAN
1.Mengetahui jalannya pekerjaan apakah lancar atau tidak.
2.Memperbaiki kesalahan yang dibuat oleh pegawai dan mengusahakan pencegahan agar  
    tidak terulang kembali kesalahan yang sama atau timbulnya kesalahan baru.
3.Mengetahui penggunaan budget yang telah ditetapkan dalam rencana awal (planning)
    terarah  kepada sasarannya dan sesuai dengan yang direncanakan.
4.Mengetahui pelaksanaan kerja sesuai dengan program (fase/tingkat pelaksanaan).
5.Mengetahui hasil pekerjaan dibandingkan dengan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
JENIS-JENIS PENGAWASAN
A.Pengawasan Intern dan Ekstern
B.Pengawasan Preventif dan Represif
C.Pengawasan Aktif dan Pasif  
D.Pengawasan kebenaran formil menurut hak (rechtmatigheid) dan kebenaran materiil
    mengenai maksud & tujuan pengeluaran (doelmatigheid)
A. Pengawasan Intern dan Ekstern
•P. Intern, pengawasan yg dilakukan oleh orang dari badan/unit/instansi di dalam lingkungan unit tsb. Dilakukan dengan cara pengawasan atasan langsung atau pengawasan melekat (built in control)
•P. Ekstern, pengawasan yg dilakukan di luar dari badan/unit/instansi tersebut. UUD 1945 pasal 23E: “Untuk memeriksa pegnelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan yg bebas dan mandiri   
B. Pengawasan Preventif dan Represif
•P. Preventif = sebelum kegiatan dilaksanakan 
•P. Represif = setelah kegiatan dilaksanakan
C. Pengawasan Aktif dan Pasif
•P. Aktif (dekat)
–Merupakan jenis pengawasan yg dilaksanakan di tempat kegiatan yg bersangkutan
•P. Pasif
–Melakukan penelitian dan pengujian terhadap surat-surat pertanggungjawaban yang
 disertai dengan bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran
D. Pengawasan kebenaran formil menurut hak (rechtmatigheid) dan kebenaran materiil mengenai maksud & tujuan pengeluaran (doelmatigheid)
                1.Pengawasan  berdasarkan pemeriksaan kebenaran formil menurut hak
                (rechtmatigheid) adalah pemeriksaan pengeluarkan apakah telah sesuai  
dengan peraturan, tidak kadaluwarsa, dan hak itu terbukti kebenarannya . 
2.Pengawasan kebenaran materiil mengenai maksud & tujuan pengeluaran 
(doelmatigheid) adalah pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah  
memenuhi prinsip ekonomi, yaitu pengeluaran tersebut diperlukan dan  
beban biaya yang serendah mungkin
Sifat-sifat Pengawasan
                •Politik
  
                •Yuridis 
                •Adminmistratif 
                •Fungsional 
                •Masyarakat  
                •Ekonomisi 
•Moril dan susila
DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA YANG TERATUR MEMERLUKAN “RULES OF THE GAME
PERATURAN2 PERMAINAN TERSEBUT: HUKUM 
SEMUA PERMAINAN ITU HARUS ADA WASITNYA YANG DISEBUT SEBAGAI PERADILAN
SETIAP NEGARA MENGINGINKAN SUATU PERADILAN YG BERKUALITAS BAIK, YG DITERIMA OLEH LAPISAN MASYARAKAT YANG LUAS SERTA HARUS DIDASARKAN PADA UNDANG-UNDANG DASAR DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
SISTEM PERADILAN ADMINISTRASI DI INDONESIA 
PERADILAN ADMINISTRASI DI INDONESIA DALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIKENAL DENGAN SEBUTAN: LINGKUNGAN PERADILAN TATA USAHA NEGARA (PASAL 10 AYAT (1) SUB D UU NO 14/1970 jo UU NO 35/1999 jo UU NO. 4/2004
PUTUSAN PERADILAN ADMINISTRASI BERUPA
1.Pembatalan terhadap keputusan pejabat administrasi yang melanggar hukum
2.Koreksi terhadap keputusan pejabat yang keliru
3.Membetulkan intepretasi yang salah
4.Perintah mengindahkan tata tertib
5.Perintah pembayaran ganti rugi


Pasal 10 UU NO.14/1970 jo UU no. 4/2004 mengatur mengenai empat Peradilan, yaitu:
 1.Peradilan Umum
2.Peradilan Agama
3.Peradilan Militer
4.Peradilan Tata Usaha Negara 
   Masing2 lingkungan peradilan mempunyai lingkungan wewenang mengadili hal tertentu yang  
   gunanya juga meliputi badan peradilan tingkat pertama dan bandin, yang semuanya  
   berpuncak pada satu, yaitu Mahkamah Agung

 EMPAT PILAR PERADILAN DI 
INDONESIA


1.PERADILAN UMUM 
 Adalah pengadilan negeri sebagai peradilan tingkat pertama dan peradilan tinggi   
sebagai pengadilan tingkat kedua atau pengadilan banding. Pengadilan negeri   
berkedudukan di ibukota kota atau ibukota kabupaten. Pengadilan Tinggi   
berkedudukan di ibukota provinsi.
 2.PERADILAN AGAMA 
Peradilan ini hanya mengadili mereka yang beragama ISLAM saja. Tugas dan wewenangnya
hanya meliputi masalah yang berkaitan dengan nikah talak, rujuk.
3.PERADILAN MILITER
Peradilan militer ini mengadili pelanggaran terhadap kitab undang-undang hukum   
pidana, kitab undang-undang hukum pidana militer, dan kitab undang-undang   
hukum disiplin
 4.PERADILAN TATA USAHA NEGARA
 Dasar hukumnya UU No 5/1986 jo UU No 9/2004. Peradilan tata usaha negara dilakukan oleh 
 Pengadilan Tata Usaha negara, Pengadilan Tinggi Tata Usaha 

 Subyek & Obyek sengketa TUN
 Subyek:
Penggugat: orang pribadi atau badan hukum privat
Tergugat: badan atau pejabat tata usaha negara, baik di tingkat pusat maupun di daerah
Obyek: surat keputusan tata usaha negara (beschikking)
Walaupun pengadilan tersebut mempunyai tugas dan wewenang memeriksa, memutus, danmenyelesaikan sengketa TUN, hal tersebut baru dapat diselesaikan seluruh upaya administratif telah digunakan oleh yang bersangkutan

Badan atau Pejabat TUN
Badan atau pejabat yang melaksanakan urusan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku

4 kelompok:
1.Instansi resmi di bawah presiden sebagai kepala eksekutif
2.Instansi dalam lingkungan kekuasaan negara di luar lingkungan kekuasaan eksekutif
3.Badan hukum perdata yang didirikan pemerintah untuk tugas melaksanakan urusan
pemerintahan
4.Lembaga hukum swasta yang melaksanakan tugas pemerintahan
•Badan/pejabat TUN adalah menunjuk kepada apa saja dan siapa saja yang berdasarkan   
peraturan perundang-undangan yang berlaku pada suatu saat melaksanakan suatu  bidang
•Urusan pemerintah, pada saat berbuat itu berkedudukan sebagai badan/pejabat tata usaha  
ngara (bukan kedudukan sebagai struktural organ tersebut)
Sengketa TUN, adalah:
1.Sengketa yang timbul dalam bidang TUN
2.Antara orang atau badan hukum perdata
3.Dengan badan atau pejabat TUN baik di tingkat Pusat maupun di Daerah
4.Sebagai akibat dikeluarkannya keptuusan TUN
Keputusan TUN
a.Unsur-unsur
1.Berisi tindakan hukum TUN
2.Suatu ketetapan tertulis
3.Dikeluarkan oleh badan/pejabat TUN
4.Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku
5.Bersifat kongret, individual, dan final
6.Menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata
b.Sifat lain keputusan TUN
1.Bersifat hukum publik
2.Bersifat sepihak
 TERGUGAT TUN

•Badan atau pejabat TUN yang mengeluarkan keputusan berdasarkan  
wewenang yang ada padanya atau yang dilimpahkan kepadanya.Yang digugat 
oleh orang atau badan hukum perdata.
Pengertian yang ada:
a.Badan atau pejabat TUN
b.Mengeluarkan suatu keputusan
c.Harus ada/punya wewenang
1.Wewenang sendiri
2.Wewenang limpahan wewenang
d.Digugat oleh orang atau badan hukum perdata
 

pengkoordinasian

Pengertian Organisasi
    Organisasi berasal dari bahasa Yunani yaitu “organon” dan bahasa latin
“organum” yang artinya alat, bagian, anggota atau badan.Organsiasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama Organisasi adalah suatu system kerjasama dari aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih
Jadi unsur-unsur organisasi adalah
1. Orang (2 atau lebih)
2. Wadah
3. Aktifitas
4. Tujuan bersama
II. Teori Organisasi
Teori organisasi dikelompokkan :
2.1. Teori Klasik
Dengan adanya revolusi industri (1790-1900) keadaan industri dan perdagangan maju, Aplikasi  iptek  berkembang terjadi produksi massal, konsumsi massal dan pasar massal. Urbanisasi meningkat  kapasitas produksi naik Tetapi timbul kompliks masyarakat proletar lawan yang kaya (borjuis). Kota lawan desa. Ketidak-merataan meningkat. Perlu untuk pemerintahan yang kuat untuk menanganinya.
Weber mengusulkan penerapan teori birokrasi
Fayol memberikan konsep dan teori fungsionalisme
Urwick memiliki konsep keteknikan di Eropa
 Fayol dengan scientific managementdi AS 
Akibat dari semua ini adalah :
1. Bawahan terikat pada 1 orang yaitu atasannya
2. Kecenderungan kearah supervisi yang ketat
3. Karyawan hanya sebagai petugas pelaksana

     1.P embagian kerja : menimbulkan situasi dimana pedoman kerja tidak ada dan disiplin menjadi berkurang : bingung, takut bertanya dan merasa diri diabaikan timbul : depersonalisasi dan dysfunction  jadi tidak kooperatif
2. Proses skalar dan fungsional menimbukan problema dalam delegasi
wewenang dan tangung jawab.
3. Tentang struktur organsiasi, terutama yang menyebabkan friksi
antara orang-orang operasional (lini) dan orang staf.
4. Rentang pengawasan Supervisi yang ketat
Maka Teori Neo-Klasik mengusulkan :
a. Partisipasi orang dalam proses pengambilan keputusan
b.Memperluas kerja, sehingga tidak terlalu spesialis tetapi generalis
mengetahui segalanya
c.Manajemen didasarkan pada proses bottom-up, memberi
kesempatan pada junior memegang tampuk manajemen
d. Adanya ratio atasan-bawahan tergantung pada kemampuan manajemen, sistem komunikasi, pengawasan formal serta luas sentralisasi
e. Supervise bebas demokratis dll.
2.3. Teori Organisasi Modern
Teori klasik membicarakan konsep: koordinasi, skalar dan
vertical, dengan pendekatan struktural dan sistem tertutup.
Teori modern cenderung ke sistem terbuka, analitis konseptual, didasarkan pada data empiris, yang sifatnya sintesa integratif. Sistem terbuka itu pada hakikatnya merupakan transformasi masukan yang menghasilkan produk-produk transformasi; terdiri dari : aliran informasi, bahan dan energi. Sistem terdiri dari : subsistem, tujuan, manajerial, teknis psiko sosial dan struktural.
Organisasi terdiri dari : antar hubungan bagian dalam suatu sistem yang dihubungkan secara elastis
Bentuk dan Struktur Organisasi
Menurut pola hubungan kerja, wewenang dan tanggung jawab bentuk
organisasi dibedakan :
1. Bentuk organisasi garis
2. Bentuk organisasi fungsional
3. Bentuk organisasi garis dan staf
4. Bentuk organisasi fungsional dan staf
Prinsip-prinsip Organisasi
Agar suatu organisasi berjalan dengan baik, beberapa prinsip organisasi
sebagai berikut :
1.Perumusan tujuan dengan jelas
2.Pembagian kerja
3.Delegasi kekuasaan (delegation of authority)
4.Rentang kekuasaan
5.Tingkat pengawasan
6.Kesatuan perintah dan tanggung jawab (unity of command and
responsibility)
7.K oordinasi
Departementasi dan Pembagian Kerja 
Departementasi merupakan pengelompokkan kegiatan kerja yang hampir sama dan erat hubunganya satu dengan yang lainnya. Pembagian kerja merupakan pemecahan tugas sedemikian rupa sehingga orang perorang di dalam organisasi bertanggung jawab pada dan melaksanakan kegiatan tertentu saja. 
Pembagian kerja pada akhirnya akan menghasilkan departemen- departemen dan job description dari masing-masing departemen sampai unit-unit terkecil dalam organisasi.
Beberapa dasar dalam departementasi:
Departemen fungsional 
Pekerjaan dapat dikelompokkan menurut fungsi dari organisasi. Perusahaan bisnis meliputi fungsi seperti : produksi, pemasaran, keuangan, akunting dan personalia
Rumah sakit meliputi fungsi seperti : bedah, psikiatri, rumah tangga,farmasi dan pesonalia
Departemen territorial 
Pembentukan kelompok atas dasar daerah geografis. Logikanya adalah bahwa semua kegiatan dalam daerah tertentu seharusnya ditugaskan kepada seorang manajer
Pendelegasian dan Desentralisasi Wewenang
Pendelegasian merupakan alokasi atau pembebanan tugas, wewenang dan
permintaan akan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. Untuk efektifnya pendelegasian ada beberapa syarat :
1.Rencana dan kebijaksanaan harus jelas
2.Tugas dan wewenang harus dibatasi dengan yang diharapkan
3.Orang yang diberi tugas disiplin yang terbaik
4.Komunikasi secara terbuka
konsekuen. Akan tetapi biasanya orang takut untuk mengadakan desentralisasi karena :
1.Biayanya tidak sedikit
2.Hilangnya uniformitas kebijaksanaan
3.Terlalu luasnya pengawasan 
4.Proses pengambilan keputusan yang sulit dll 
Desentralisasi pada suatu saat pasti diperlukan karena :
1.Kecenderungan orang ingin bebas mengambil keputusan
2.Dinamika usaha memerlukan putusan cepat
3.Makin bertambahnya orang yang mampu mengelola organisasi 
4.Teknik pengawasan berkembang dengan baik.

pengorganisasian

DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI
Desain organisasi: penentuan struktur organisasi yang paling memadai untuk
strategi, orang, teknologi dan tugas organisasi.
Struktur organisasi: cara yang dipakai untuk membagi, mengorganisasikan
dan mengkoordinasikan aktivitas organisasi.
Langkah pertama yang amat penting dalam pengorganisasian, yang dilakukan
setelah perencanaan, adalah proses mendesain organisasi. Pola hubungan
spesifik yang diciptakan manajer dalam proses ini disebut
struktur organisasi.
Pengorganisasian: proses manajerial yang berkelanjutan. Empat langkah mendasar ketika seorang manajer mulai membuat keputusan mengenai pengorganisasian:
1.   Pembagian pekerjaan: membagi seluruh beban pekerjaan menjadi banyak
tugas yang secara wajar dan nyaman dapat dilaksanakan oleh individu
atau kelompok.
2. Departementalisai:menggabungkan tugas secara logis dan
efisien,pengelompokan karyawan dan tugas.
3. Hierarki organisasi: sesuatu yang dihasilkan oleh adanya hubungan
“penetapan siapa yang member laporan kepada siapa dalam organisasi”.
4. Koordinasi: penetapan mekanisme yang menyatukan aktivitas
departemental menjadi suatu kesatuan dan memonitor keefektifan
integrasi tersebut.
EMBAGIAN PEKERJAAN
“Kadangkala Pembagian Kerja dinamakan dengan Pembagian Tenaga Kerja,
namun lebih sering digunakan Pembagian Kerja karena yang dibagi-bagi adalah
pekerjaannya, bukan orangnya.”
Bagaimana pembagian pekerjaan meningkatkan produktivitas?
pembagian pekerjaan menciptakan tugas yang lebih sederhana yang dapat
dipelajari dan diselesaikan dengan relatif cepat.Memperkuatspesialisasi, ketika seseorang menjadi pakar dalam pekerjaan tertentu.Menciptakan variasi pekerjaan, sesuai dengan kemampuan masing-masingorang.
Kerugian:
1. Perasaan terasing pada tiap pegawai jika tidak ada pengendalian
2. Kebosanan diakibatkan oleh spesialisasi tugas yang menjadi
pengulangan dan tidak memuaskan secara pribadi.
DEPARTEMENTALISASI
Yaitu pengelompokan menjadi departemen aktivitas pekerjaan yang serupa dan
secara logis berhubungan.
HIERARKI ORGANISASI
2 konsep penting dalam hierarki:
1.Span of management control (rentang kendali
manajemen/rentang manajemen) : jumlah bawahan yang melapor
langsung kepada manajer tertentu.
2.Chain of command: rencana yang menentukan siapa melapor kepada siapa dalam sebuah organisasi jalur pelaporan seperti ini merupakan sifat menonjol dari semua bagan organisasi.
1. Rentang itu dapat mempengaruhi apa yang terjadi pada hubungan kerja
dalam sebuah departemen tertentu. Rentang terlalu lebar terlalu
banyak yang harus diperhatikan manajer, p[engarahan tidak sampai
dengan maksimal kepada karyawan. Rentang terlalu sempit tidak
efisien, sebab tenaga manajer kurang dimanfaatkan.
2. Rentang dapat mempengaruhi kecepatan pembuatan keputusan dalam situasi yang harus melibatkan berbagai tingkat dalam hierarki organisasi.Rentang kendali manajemen sempit hierarki tinggiRentang kendali manajemen lebar hierarki datar
Tidak ada rentang manajemen yang ideal. Pemilihan rentang manajemen yang
sesuai harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti: lingkungan,
kemampuan manajer dan karyawan. Rentang manajemen yang lebih lebar
sesuai untuk manajer dan karyawan yang lebih berpengalaman. Hierarki tinggi
dapat menjadi hambatan untuk membuat keputusan yang cepat.
∴ hierarki & rentang kendali manajemen dapat dan harus berubah sesuai waktu.
KOORDINASI
Tanpa koordinasi: orang kehilangan pandangan terhadap perannya dalam
organisasi secara total, tergoda untuk mendahulukan kepentingan departemen
KEKUASAAN
Kekuasaan adalah kemampuan untuk memberikan pengaruh pada orang lain
artinya suatu kemampuan untuk mengubah sikap atau tingkah laku individu atau
kelompok. Di suatu organisasi, manajer menggunakan kekuasaan kemudian ia
akan memberikan pengaruh kepada karyawan di bawahnya. Akan tetapi Para
manajer juga harus menyadari bahwa kekuasaan bukan hanya dimiliki oleh
mereka melainkan di tingkat bawah para anggota organisasi juga mempunyai
kekuasaan informal yang cukup besar yang didasari oleh pengetahuan,
keterampilan atau sumber daya yang mereka miliki.
Seorang manajer tidak hanya menerima dan memahami kekuasaan sebagai suatu bagian integral pekerjaannya tetapi juga harus memahami bagaimana menggunakan kekuasaan tersebut, bukan menyalahgunakannya.
Bentuk – bentuk kekuasaan:
1. Kekuasaan pribadi (personal power)
Kekuasaan yang di dapat dari pengikut dan didasarkan pada seberapa
besar pengikut tersebut mengagumi, respek dan terikat pada pemimpin.
Yang termasuk kekuasaan personal adalah kakuasaan keahlian dan
kekuasan rujukan.
2. Kekuasaan posisi (position power)
Kekuasaan yang di dapat dari wewnang formal organisasi. Besarnya
tergantung pada besarnya pendelegasian orang yang menduduki posisi
tersebut. Yang termasuk dalam kekuasaan posisi adalah kekuasaan
memaksa, kekuasaan menghagai, kekuasaan sah dan kekuasaan
pengendali informasi.
Sumber kekuasaan menurut John Brench dan Bertram Raven:
1. Kekuasaan menghargai (reward power)
Kekuasan yang di dasarkan pada kemampuan seseorang pemberi
pengaruh untuk memberi penghargaan pada orang lain yang dipengaruhi
untuk melaksanakan perintahnya (berupa bonus,perkembangan karir
sampai senioritas atau persahabatan)
Misalnya adalah kekuasaan seorang supervisor untuk memberi tugas
kepada karyawannya.
2. Kekuasaan memaksa (coercive power)
Kekuasaan berdasarkan kemampuan orang untuk menghukum orang yang
di pengaruhi jika tidak mau mengikuti perintah atau persyaratan (teguran
sampai hukuman)
3. Kekuasaan sah (legimate power)
Kekuasaan formal yang diperoleh berdasar hukum atau aturan yang
timbul dari pengakuan seseorang yang dipengaruhi bahwa pemberi
pengaruh berhak menggunakan pengaruh sampai batas tertentu.
Kekuasan sah terbentuk dari nilai – nilai intern karena seseorang tersebut
telah diangkat menjadi pemimpinnya.
Misalnya hak seorang menejer untuk menetapkan jadwal kerja.
4. Kekuasaan keahlian (expert power)
Kekuasaan yang di dasarkan pada persepsi atau keyakinan bahwa
pemberi pengaruh mempunyai keahlian relevan atau pengetahuan khusus
yang tidak dimiliki oleh orang yang di pengaruhi. (presiona atau tenaga
ahli)
Misalnya kita melakukan apa yg diperintah oleh dokter kita, kita mengakui
akan kekuasaan keahlian mereka.
5. Kekuasaan rujukan (referent power)
Kekuasaan berdasarkan pada keinginan dari orang yang dipengaruhi
untuk menjadi seperti atau menyamakan dirinya dengan pemberi
pengaruh. (karisma,keberanian,simpatik)
Misalnya manajer yang populer dan teliti akan mempunyai kekuasaan
rujukan bila karyawan termotivasi unuk meniru kebiasaannya.
Seorang manajer berpotensi untuk menggunakan kelima dasar kekuasaan di
atas. Kekuasaan sah,kekuasaan menghargai dan kekuasaan memaksa sangat
melekat dalam posisi. Tetapi kekuasaan keahlian dan rujukan tidak dapat
diberikan kepada manajer bersama dengan jabatan.
Pandangan kekuasaan :
1. Pandangan negatif
Kekuasaan untuk mempunyai kekuasaan atas diri orang lain yang kurang
beruntung dan mengaggap orang lain sebagai pion untuk digunakan atau
di korbankan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Pandangan ini akan
menyebabkan kegagalan bagi pemilik kekuasaan karena orang yang
dijadikan pion cenderung akan menentang dan akan menerima dengan
sangat pasif.
2. Pandangan positif
Kekuasaan yang paling baik dicirikan dengan perhatian untuk stuktur
kelompok. Manajer akan mendorong anggota kelompok untuk
mengembangkan kekuatan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk
menjadi sukses sebagai individu dan sebagai anggota dari organisasi.
Karakteristik kunci menangani kekuasaan dengan sukses (John P Kotter)
1.Peka terhadap sumber kekuasan mereka. Mereka menjaga tindakan tetapi
tetap konsisten dengan harapan orang. Misalnya mereka tidak mencoba
menerapkan kekuasaan keahlian dari satu bidang dalam bidang lain.
2.Mengakui perbedaan biaya, risiko dan manfaat dari 5 kekuasaan dasar.
Mereka menggunaan dasar kekuasaan manapun yang sesuai dengan
situasi atau orang tertentu.
3.Menghargai bahwa setiap dasar kekuasan mempunyai keunggulan.
Mereka mencoba mengembangkan keterampilan dan kredibilitas mereka
sehingga dapat menggunakan metode apapun yang paling baik.
4.Mepunyai sasaran karier yang membuat mereka mengembangkan dan
menggunakan kekuasaan. mereka mencari pekerjaan yang akan membina
keterampilan mereka, membuat orang merasa tergantung padanya dan
menggunakan salah satu tipe kekuasaan yg paling mungkin untuk dipakai.
5.Bertindak secara wajar dan mengembangkan kendali diri. Mereka
menghindari menonjolkan kekuasaan secara angkuh dan mencoba untuk
bertindak kasar bila tidak diperlukan.
6.Memahami bahwa kekuasaan perlu untuk melaksanakan pekerjaan. Mereka merasa senang menggunakan kekuasaan untuk mendorong keberhasilan pelaksanaan tugas oganisasi.
Manajer yang sukses mempunyai kebutuhan untuk mempengaruhi orang lain
lebih untuk kepentingan orang dalam organisasi, bukannya untuk menambah
kekuasaan diri sendiri. Manajer yang menggunakan kekuasaan mereka dengan
kedali diri akan lebih efektif dari pada memupuk kekuasaan untuk memuaskan
kebutuhan mendominasi orang lain. Manajer yang baik adalah manajer yang
mendorong semangat tim, mendukung karyawan dan menghargai prestasi
mereka dan oleh karena itu meningkatkan moral mereka.
Kekuasaan menjadi mudah terlembaga, tapi bagi mereka yang dipercaya orang
lain, memiliki kekuasaan terlihat lebih mudah untuk mempengaruhi orang lain.
Seorang penulis terkenal, Rosabeth Moss Kanter, mengusulkan sejumlah cara anggota sebuah organisasi untuk dapat memperoleh kekuasaan yang tertulis dalam arti kunci kekuasaan organisasi kanter.
Arti kunci kekuasaan organisasi Kanter adalah
1.Aktivitas luar biasa. memuat perubahan, menempati suatu posisi atau
berhasil mengambil risiko yang besar akan mendorong kepemilikan
kekuasaan.
2.Visibilitas. menjadi dikenal atau memperoleh kesempatan diperkenalkan kepada pemegang kekuasaan dan bahkan melakukan aktivitas tertentu yang tampaknya resikonya lebih besar dari pada yang sebenarnya akan mendorong kesuksesan dengan menggunakan kekuasaan yang dimiliki.
3.Relevansi. memiliki kekuasaan yang berhasil berarti mampu
menyelesaikan masalah organisasi yang otentik atau akurat.
4.Sponsor. memiliki sponsor atau mentor (seseorang yang memberi nasehat
kepada anda mengenai cara agar berhasil dalam organisasi) dapat
menjadi sumber kekuasaan informal , terutama bila sponsor menikmati
kekuasaan yang cukup besar.
Kekuasaan adalah fakta penting dari kehidupan organisasi. Manajer tidak hanya
harus menerima dan memahaminya sebagai bagian dari pekerjaan, tetapi juga
harus belajar cara menggunakannya tanpa menyalahgunakannya untuk
mencapai sasaran sendiri dan organisasi. Salah satu bentuk kekuasaan adalah
wewenang.

Wewenang : hak untuk memerintah orang lain untuk melakukan atau
tidak melakukan sesuatu agar tujuan dapat tercapai. Memberi wewenang
termasuk memberikan kebebasan dan tanggung jawab kepada karyawan utntuk
melakukan pekerjaannya menurut cara terbaik menurutnya, tanpa harus
meminta petunjuk orang yang mempunyai wewenang lebih tinggi.
Sumber wewenang
1. Wewenang formal (pandangan klasik / classical view)
Wewenang pemberian atau pelimpahan dari suatu tingkat yang tinggi ke
tingkat yang lebih rendah.
2. Wewenang penerimaan (acceptance theory of authority)
Sudut pandang wewenang adalah penerima perintah, bukan pemberi
perintah. Pandangan ini berarti bahwa tidak semua perintah dipatuhi oleh
penerima perintah. Penerima perintah akan menentukan apakah akan
menerima perintah atau tidak.
11. Dia dapat memahami komunikasi
2. Ia percaya bahwa perintah tersebut tidak bertentangan dengan tujuan
organisasi
3. Perintah tersebut tidak bertentangan dengan kepentingan pribadi secara
keseluruhan
4. Secara fisik dan mental mampu menjalankan perintah tersebut.
Agar wewenang yang dimiliki oleh seseorang dapat ditaati oleh bawahan maka
diperlukan adanya =
1. Kekuasaan (power)
2. Tanggung jawab dan akuntabilitas
Tanggung jawab adalah suatu kewajiban untuk melakukan sesuatu yang
timbul bila seorang bawahan menerima wewenang dari atasannya.
akuntabilitas adalah permintan pertanggung jawaban atas pemenuhan
tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya. Wewenang yang diberikan
besarnya harus sama dengan tanggung jawab yang akan diberikan, dan
diberikan kebebasan untuk menentukan keputusan – keputusan yang
akan diambil.
3. Pengaruh (influence)
Yaitu transaksi dimana seseorang dibujuk oleh orang lain untuk
melakukan suatu kegiatan sesuai dengan harapan orang yang
mempengaruhi.pengaruh dapat timbul karena status jabatan, kekuasaan,
dan menghukum , pemilikan informasi lengkap juga penguasaan saluran
informasi yg lebih baik.
Dalam banyak organisasi, manajer membagi wewenang menjadi wewenang lini,
wewenang staf dan wewenang fungsional. Wewenang ini dibedakan menurut
jenis kekuasaan yang menjadi dasarnya.
A. Wewenang Lini
Wewenang Lini yaitu atasan langsung memberi wewenang kepada
bawahannya, wujudnya dalam wewenang perintah dan tercermin sebagai
rantai perintah yang diturunkan ke bawahan melalui tingkatan organisasi.
Wewenang ini diiliki oleh menejer lini yg mengambil keputusan untuk
mencapai tujuan organisasi secara langsung. Dalam bagan organisasi,
wewenang lini digambarkan oleh garis yg menghubungkan menejemen
pusat sampai ke menejemen tingkat bawah.
B. Wewenang Staf
Wewenang staf dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang
memberikan jasa atau nasehat kepada manajer lini. Staf ahli biasanya
merupakan istilah yang menggambarkan posisi tersebut. Staf ahi
memberikan nasehat berdasarkan keahlian, pengalaman atau riset dan
analisis yang diperlukan , termasuk bantuan pelaksanaan kebijakan,
monitor dan pengendalian. Staf di dalam melaksanakan fungsinya tidak
secara langsung terlibat dalam kegiatan utama perusahaan atau
organisasi. Contoh dari anggota dengan wewenang staf adalah anggota
depaartemen akuntansi dan personalia.
C. Wewenang Fungsional
Wewenang fungsional adalah wewenang anggota staf departemen untuk
mengendalikan akivitas departemen lain karena berkaitan dengan
tanggung jawab staf spesifik. Wewenang ini biasanya diberikan kepada
individu untuk melengkapi wewenang lini dan wewenang staf yg telah
dimiliki.Fungsi keuangan dan akuntansi sering diberikan wewenang
fungsional

PERENCANAAN

Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.yang di dalamnya terdapat;

Tujuan

Stephen robbins dan Mary Coulrer mengemukakan empat tujuan perencanaan. Tujuan pertama adalah untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan nonmanajerial. Dengan rencana, karyawan dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa rencana, departemen dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efesien.
Tujuan kedua adalah untuk mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang manajer membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.
Tujuan ketiga adalah untuk meminimalisir pemborosan. Dengan kerja yang terarah dan terencana, karyawan dapat bekerja lebih efesien dan mengurangi pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan inefesiensi dalam perusahaan.
Tujuan yang terakhir adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. Proses pengevaluasian atau evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, manajer tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan.
Selain keempat hal tersebut, sebagian besar studi menunjukan adanya hubungan antara perencanaan dengan kinerja perusahaan.

Elemen perencanaan

Perencanaan terdiri dari dua elemen penting, yaitu sasaran (goals) dan rencana itu sendiri (plan).

Sasaran

Sasaran adalah hal yang ingin dicapai oleh individu, grup, atau seluruh organisasi. Sasaran sering pula disebut tujuan. Sasaran memandu manajemen membuat keputusan dan membuat kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan.
Sasaran dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sasaran yang dinyatakan (stated goals) dan sasaran riil. Stated goals adalah sasaran yang dinyatakan organisasi kepada masyarakat luas. Sasaran seperti ini dapat dilihat di piagam perusahaan, laporan tahunan, pengumuman humas, atau pernyataan publik yang dibuat oleh manajemen. Seringkali stated goals ini bertentangan dengan kenyataan yang ada dan dibuat hanya untuk memenuhi tuntutan stakeholder perusahaan. Sedangkan sasaran riil adalah sasaran yang benar-benar dinginkan oleh perusahaan. Sasaran riil hanya dapat diketahui dari tindakan-tindakan organisasi beserta anggotanya.
Ada dua pendekatan utama yang dapat digunakan organisasi untuk mencapai sasarannya. Pendekatan pertama disebut pendekatan tradisional. Pada pendekatan ini, manajer puncak memberikan sasaran-sasaran umum, yang kemudian diturunkan oleh bawahannya menjadi sub-tujuan (subgoals) yang lebih terperinci. Bawahannya itu kemudian menurunkannya lagi kepada anak buahnya, dan terus hingga mencapai tingkat paling bawah. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa manajer puncak adalah orang yang tahu segalanya karena mereka telah melihat gambaran besar perusahaan. Kesulitan utama terjadi pada proses penerjemahan sasaran atasan oleh bawahan. Seringkali, atasan memberikan sasaran yang cakupannya terlalu luas seperti "tingkatkan kinerja," "naikkan profit," atau "kembangkan perusahaan," sehingga bawahan kesulitan menerjemahkan sasaran ini dan akhirnya salah mengintepretasi maksud sasaran itu (lihat gambar).
Pendekatan kedua disebut dengan management by objective atau MBO. Pada pendekatan ini, sasaran dan tujuan organisasi tidak ditentukan oleh manajer puncak saja, tetapi juga oleh karyawan. Manajer dan karyawan bersama-sama membuat sasaran-sasaran yang ingin mereka capai. Dengan begini, karyawan akan merasa dihargai sehingga produktivitas mereka akan meningkat. Namun ada beberapa kelemahan dalam pendekatan MBO. Pertama, negosiasi dan pembuatan keputusan dalam pendekatan MBO membutuhkan banyak waktu, sehingga kurang cocok bila diterapkan pada lingkungan bisnis yang sangat dinamis. Kedua, adanya kecenderungan karyawan untuk bekerja memenuhi sasarannya tanpa memedulikan rekan sekerjanya, sehingga kerjasama tim berkurang. Ada juga yang bilang MBO hanyalan sekedar formalitas belaka, pada akhirnya yang menentukan sasaran hanyalah manajemen puncak sendiri.

 Rencana

Rencana atau plan adalah dokumen yang digunakan sebagai skema untuk mencapai tujuan. Rencana biasanya mencakup alokasi sumber daya, jadwa, dan tindakan-tindakan penting lainnya. Rencana dibagi berdasarkan cakupan, jangka waktu, kekhususan, dan frekuensi penggunaannya. Berdasarkan cakupannya, rencana dapat dibagi menjadi rencana strategis dan rencana operasional. Rencana strategis adalah rencana umum yang berlaku di seluruh lapisan organisasi sedangkan rencana operasional adalah rencana yang mengatur kegiatan sehari-hari anggota organisasi.
Berdasarkan jangka waktunya, rencana dapat dibagi menjadi rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek. Rencana jangka panjang umumnya didefinisikan sebagai rencana dengan jangka waktu tiga tahun, rencana jangka pendek adalah rencana yang memiliki jangka waktu satu tahun. Sementara rencana yang berada di antara keduanya dikatakan memiliki intermediate time frame.
Menurut kekhususannya, rencana dibagi menjadi rencana direksional dan rencana spesifik. Rencana direksional adalah rencana yang hanya memberikan guidelines secara umum, tidak mendetail. Misalnya seorang manajer menyuruh karyawannya untuk "meningkatkan profit 15%." Manajer tidak memberi tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai 15% itu. Rencana seperti ini sangat fleksibel, namun tingkat ambiguitasnya tinggi. Sedangkan rencana spesifik adalah rencana yang secara detail menentukan cara-cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Selain menyuruh karyawan untuk "meningkatkan profit 15%," ia juga memberikan perintah mendetail, misalnya dengan memperluas pasar, mengurangi biaya, dan lain-lain.
Terakhir, rencana dibagi berdasarkan frekuensi penggunannya, yaitu single use atau standing. Single-use plans adalah rencana yang didesain untuk dilaksanakan satu kali saja. Contohnya adalah "membangun 6 buah pabrik di china atau "mencapai penjualan 1.000.000 unit pada tahun 2006." Sedangkan standing plans adalah rencana yang berjalan selama perusahaan tersebut berdiri, yang termasuk di dalamnya adalah prosedur, peraturan, kebijakan, dan lain-lain.

Selasa, 04 Januari 2011

INTERNET LEADS TO MORAL DEGRADATION

I think depending on the user's Internet users do not use it tersebut.jika their various internet can help us to find things or tasks in a lesson

Selasa, 07 Desember 2010

Selasa, 02 November 2010

type of computer

1.the most common?(type of computer)
2.small enough for a pocket?(hand bald)
3.the most common portabele?(laptop)
4.used by many people at the same time?(PC)
5.used like mainframes?(CPU)
6.also called a handheld computer?(note book)
7.the most powerful?(mainframe)
8.not suitable for a lot of typing? (note book)